asalamualaikum

indanhya kalu kita sering berbagi antar sesama manusia

Sabtu, 26 November 2011

DONOR DARAH

CARA   DONOR
 
    Mendonorkan darah adalah perbuatan mulia. Darah anada dapat menyelamatkan jiwa orang lain.  Sebagai seorang donor, tentunya anda perlu yakin kalau anda memberikan darah yang sehat dan aman kepada penderita yang membutuhkannya.
Tetapi kadang-kadang darah anda tidak dapat diberikan pada penderita.  Hal ini terjadi karena meskipun anda merasa sehat, darah anda dapat membaw virus / kuman penyebabpenyakit sehingga dengan tidak sengaja dapat menularkan penyakit tersebut kepada penerima darah anda.  Oleh karena itu sebelum pengambilan darah perlu dilakukan seleksi donor / pemeriksaan donor dengan tujuan :

1. Menjaga kesehatan donor
2. Mencegah resiko penularan penyakit kepada penerima darah.


PENYAKIT YANG DAPAT MENULAR LEWAT TRANSFUSI DARAH

I. INFEKSI HIV / AIDS

Penyebabnya virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus).  Sekali seseorang terinfeksi HIV, dia dapat menularkan HIV kepada orang lain seumur hidupnya.
Orang terinfeksi HIV disebut juga HIV positif.  Orang yang HIV positif tidak berarti dia menderita AIDS karena gejala AIDS baru akan muncul rata-rata 2 s/d 10 tahun sejak orang tersebut terinfeksi HIV.
Sebelum muncul gejala-gejala AIDS seorang pengidap HIV masih merasa dan tampak sehat, bahkan pemeriksaan laboratorium bisa negatif kalau orang tersebut baru saja terinfeksi HIV.  Masa antara masuknya HIV ke dalam tubuh manusia sampai terbentuknya antibodi terhadap HIV atau disebut juga HIV positif, memerlukan waktu 2 minggu sampai dengan 3 bulan.  Periode ini disebut periode jendela (window periode).  Sebelum muncul gejala-gejala AIDS, pengidap HIV dapat menularkan kepada orang lain secara tidak sengaja karena dia sendiri tidak tahu kalau terinfeksi HIV.

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immmune Deficiency Syndrome, yaitu suatu penyakit/ kumpulan gejala penyakit yang disebabkan karena hilangnya / rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga penyakit yang sebenarnya tidak berbahaya, bagi penderita AIDS dapat menyebabkan kematian.

CARA PENULARAN HIV

Selain dapat menularkan melalui darah (transfusi darah, jarum suntik, jarum tindik, tatto, dan alat tusuk lainnya), dapat juga menular melalui :

- Hubungan seksual dengan pasangan yang banyak dan berganti-ganti
- Ibu hamil yang HIV positif kepada janin / bayi yang dikandungnya

Karena itu semua darah donor sebelum diberikan kepada yang memerlukannya, diperiksa lebih dahulu terhadap kemungkinan terinfeksi HIV.

Orang-orang yang beresiko tinggi / besar kemungkinan mendapat HIV / AIDS dan tidak boleh menyumbangkan darah adalah :

- Orang yang sering berganti-ganti pasangan seksual baik heteroseksual maupun
  homoseksual
- Pasangan seks dari orang tersebut di atas (suami/istri/mitra seks)
- Sudah pernah / sedang menderita penyakit menular seksual (PMS) seperti kencing
  nanah (GO), sifilis
- Pengguna narkotika yang memakai suntikan
- Seseorang dengan tanda dan gejala seperti AIDS : berkeringat sangat banyak pada
  malam hari, demam, berat badan turun, pembengkakan kelenjar leher, ketiak, diarrhae
  yang menetap atau kanker
- Seseorang yang hasil pemeriksaan laboratorium HIV-nya positif.

SESEORANG TIDAK DAPAT TERTULAR HIV KARENA MENDONORKAN DARAH

HIV/AIDS atau penyakit lainnya tidak didapat karena seseorang mendonorkan darahnya.  Karena semua alat yang dipakai untuk mengambil darah donor selalu steril dan sekali pakai.

2. HEPATITIS (RADANG HATI)

Hepatitis adalah penyakit radang hati dengan gejala :
- kuning diseluruh badan
- sakit perut kanan atas
- demam
- nafsu makan berkurang
- mual
- muntah

Pada beberapa orang ada yang tidak mempunyai gejala dan tidak sakit, namun ditemukan petanda labolatorik positif terhadap Hepatitis B/C, sehingga apabila darah diberikan kepada penderita, secara tidak sengaja menularkan kepada penderita.  Cara penularan Hepatitis B/C sama dengan HIV.

3. SIFILIS

Apabila anda pernah sakit sifilis atau pemeriksaan laboratorium VDRL/RPR yang positif maka darah anda tidak dapat diberikan kepada orang sakit.

MALARIA

Malaria merupakan penyakit dengan gejala utamanya demam, dapat disertai menggigil.  Penyakit ini sering hilang dan timbul oleh karena itu apabila anda baru saja datang dari daerah malaria, serta mempunyai gejala tersebut, anda diminta untuk menunda donasi dahulu.

Sumber : Departemen Kesehatan, Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar